Tuesday, July 16, 2019
Kabar Indonesia

The Power of Emak-emak, Emak-Emak di Gorontalo Mengamuk, Banting Tabung Gas di Jalan, Ada Apa?

emakemak banting tabung gas

Para ibu rumah tangga di Kelurahan Tangikiki, Gorontalo, yang selama beberapa hari terakhir kesulitan memperoleh elpiji melempar tabung gas milik mereka ke jalan raya. Beberapa di antara mereka bahkan menawarkan tabung gas ke pengendara jika ada yang mau membelinya.

Aksi buang tabung gas ini merupakan buntut dari kekesalan para ibu rumah tangga atas kelangkaan elpiji selama sepekan terakhir. Gara-gara bingung mencari gas, para ibu rumah tangga yang mayoritas pedagang nasi kuning itu, untuk sementara tidak berjualan.
Mereka mengaku tak tahu harus mencari gas ukuran tiga kilogram itu ke mana lagi, sementara pangkalan gas maupun pengecer mengaku tak memiliki stok gas. Jika ada, langsung habis diserbu pembeli yang mengantre sejak pagi.
“Karena tabungnya sudah tidak berguna, mending kami cari minyak tanah biar mahal yang penting tersedia,” ketus Maryam Podungge saat ditanya alasannya membanting tabung gas ke jalan, Senin, 27 November 2017.

Seperi biasa emak-emak selau punya tenaga atau power berlebih. Apalagi kalau berhubungan dengan masalah ekonomi. Apa saja bisa dilakukan oleh emak-emak.

Makanya Anda jangan berani sama emak-emak, apalagi emak-emak sendiri, karena itu namanya durhaka.

Bukan berarti boleh berani sama semak-emak orang lain sih ya.

Banyak juga ulah emak-emak yang lain.

Ulah emak-emak pengendara motor di jalanan kian menjadi. Mereka tak sungkan mengamuk di jalanan, bahkan mereka bisa murka pada petugas kepolisian.

Kali ini, emak-emak naik motor mengamuk dan memarahi petugas Polisi Wanita (Polwan) bernama Briptu Isma Hari saat bertugas di Jalan Letjen Suprapto Ungaran pada Selasa (19/9/2017) pagi.

Aksi ini diketahui pertama kali diunggah ke akun Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK SEMAR) oleh seorang warganet bernama Ryo Kenji, Selasa, (19/9/2017).

Usut punya usut, marahnya sang emak-emak pengendara sepeda motor Honda Beat berkerudung hijau tosca dengan pelat nomor H lantaran tidak terima ditegur Briptu Isma.

Namun, Briptu Isma bukan tanpa alasan menegur emak-emak tersebut, dia lakukan karena pelaku melanggar lalu lintas berupa berhenti di garis batas lampu merah.

Berikut beberapa percakapan yang terdapat pada video yang direkam rekan sang polwan.

“Aku sing nduwe honda nopo (aku yang punya motor, kenapa)? Aku ora wedi (aku tidak takut). Kalau saya ndak mau napa? njenengan mau apa (kamu mau apa)? Nopo aku isin (kenapa harus malu)!” ucap emak-emak tersebut dengan nada tinggi.

“Bu kalau berhenti di belakang marka seperti teman-temannya itu lho,” ucap rekan Briptu Isma.

Citra emak-emak berkendara di jalanan memang cukup menakutkan. Dengan julukan “The Power of Emak-Emak”, mereka kerap memacu kendaraannya sembrono dan tak mau mengalah meski itu salah.

Hal ini juga terjadi pada seorang emak-emak asal India, bernama Smriti Kalra.

Saat orang-orang tak mau berurusan dengan anggota militer, Karla justru menghadang sejumlah rombongan satuan Angkatan Darat (AD) India dan menampar sang sopir yang juga merupakan anggota pasukan AD. Demikian dilansir Rushlane, Selasa (19/9/2017).

Diketahui peristiwa ini bermula saat sebuah rombongan pasukan AD India akan melakukan perjalanan dari pangkalan National Security Guards menuju stasiun kereta Nizamuddin.

Saat di dekat sebuah jembatan layang, pasukan tersebut mendapatkan tamu tak diundang yang mengendarai mobil secara zigzag dengan cepat dari arah belakang.

Ya, mobil itu dikemudikan wanita berusia 44 tahun itu hingga akhirnya tiba di bagian paling depan dan menghentikan laju rombongan.

Karla yang turun tangan seorang diri sempat terekam kamera video dari telepon genggam oleh seorang penumpang mobil. Dalam rekaman tersebut Karla murka dan beberapa kali mencoba memukul seorang anggota yang tampak tak melawan.

Puas akan aksinya itu dia pun kembali ke dalam mobil dengan tampang masam.

Setelah aksi beredar di dunia maya, Karla diinterogasi satuan polisi atas laporan perwakilan AD, karena menghalang-halangi anggota pasukan dalam menjalankan tugas negara.

Disebutkan Karla sempat memiliki pengalaman pahit dengan seorang tentara. Dia disebut sempat menikah dengan seorang perwira Angkatan Darat dan diceraikan pada 2008 lalu.

Diketahui, Karla melakukan aksi nekatnya itu karena merasa kala itu dia terjebak macet. Seketika dia melihat jalanan di sebelahnya kosong, maka Karla berniat untuk menggunakan jalan tersebut. Namun secara tiba-tiba dia berhenti setelah truk tentara memberikan peringatan kepadanya.

Hal inilah yang membuatnya dia hilang kesabaran dan melampiaskannya kepada seorang tentara. Dia pun kini meminta maaf atas perilakunya.